Penggundulan Hutan Picu Banjir Bandang di Mamasa

Setidaknya 10 orang tewas, tujuh hilang dan belasan luka-luka akibat banjir bandang ini.

BANJIR bandang kembali menghantam Desa Batanguru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (8/11/12). Sampai Jumat(9/11/12), 10 orang tewas, tujuh hilang dan belasan luka-luka.

Banjir diawali hujan deras dan salah satu sungai meluap yang langsung menyapu rumah-rumah di Desa Batanguru. Desa ini relatif sulit dijangkau karena ada di pegunungan Mamasa. Jika hujan, akses ke sana makin sulit karena jalan rusak.

Walhi Sulbar menyakini, banjir bandang karena penebangan pohon di hulu hutan wilayah itu. Direktur Eksekutif Walhi Sulbar, Ikhsan Welly, kepada Mongabay.co.id, Jumat (9/11/12, selain penebangan pepohonan ada beberapa hal penyebab banjir bandang ini, antara lain, perencanaan pembangunan dengan konstruksi betonisasi tidak ramah lingkungan.

Foto: BPNB

Walhi meminta pemerintah daerah meninjau semua kebijakan yang tidak berbasis lingkungan maupun program konservasi. “Kami juga mendesak agar dokumen kajian lingkungan hidup strategis dan RTRW dikonsultasikan ke publik atau secara transparan,” katanya.

Sekretaris Kabupaten Mamasa, Benhard Buntutio, mengatakan, personil sudah turun untuk memberikan pertolongan kepada warga yang menjadi korban.

 

Kredit

Topik

Kupu-kupu: Mata Rantai yang Rapuh

Kupu-kupu menyerbuki tumbuhan, menjadi bagian dari rantai makanan, dan kondisinya sering mencerminkan kesehatan lingkungan tempat ia hidup. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan mengancam kehidupannya di alam, sementara industri ekstraktif menggerus habitat kupu-kupu di Kalimantan Timur. Spesies endemik seperti kupu-kupu barong di Bali hanya ada di satu wilayah, sehingga perlindungannya tidak bisa ditunda. Bila kupu-kupu hilang, […]

Artikel terbaru

Semua artikel