Lagi, Penyelundupan 76 Paruh Enggang Gading via Bandara Digagalkan

PERDAGANGAN paruh enggang gading marak. Terbukti, kesekian kali, aksi penyelundupan paruh enggang gading terjadi. Kali ini sekitar 73 paruh enggang coba diselundupkan.  Aksi itu digagalkan petugas AVSEC Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) melalui terminal Cargo, Rabu(26/9/12).

Petugas pelaksana X-Ray,Yusuf Bari P mengatakan,  puluhan paruh enggang gading itu terdeteksi dalam layar setelah teridentifikasi mesin X-Ray. Kecurigaan itu mucul setelah di monitor terlihat sesuatu mencurigakan. “Ketika saya memonitor X-Ray, kok ada makanan yang mencurigakan. Bentuk bergelombang dan bagian bawah melengkung seperti sepatu high-heel perempuan,”katanya Rabu(26/9/12).

Setelah melihat barang mecurigakan itu, dia bersama petugas lain membuka karung yang dalam dokumen menyebutkan makanan. Setelah dibuka, ternyata berisi dua kardus kecil ditumpuk dengan pakaian. “Pertama saya minta petugas ekspedisi membuka, dia tidak mau. Saya pun memaksa dibuka, ternyata berisi paruh enggang berjumlah 73 butir.”

Enggang gading, salah satu satwa dilindungi yang diburu dan diambil paruhnya untuk diperdagangkan. Keberadaan satwa maskot Kalimantan Barat ini makin langka, seiring makin marak perdagangan ilegal dan habitat mereka yang rusak. Foto: Kidnesia.com

Menurut dia, paket ini dikirim melalui ekspedisi TIKI ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda 507 penerbangan pukul 16.00. “Kebetulan sore ini paketan yang melalui terminal cargo tidak terlalu banyak, hanya 16 koli, jadi bisa langsung dideteksi,” ujar dia.

Komandan Regu AVSEC Bandara Supadio, Didi Herdiansyah mengatakan, setelah penemuan barang ilegal  ini, langsung menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam, untuk proses lebih lanjut. “Ini penemuan keempat kali. Kita limpahkan ke pihak bersangkutan.”

Guna mengantisipasi penyelundupan, pengiriman barang harus sesuai SOP dan pemberitahuan tentang isi. Jika tak sesuai, barang akan dipulangkan kepada pengirim. Sebaliknya, jika barang ilegal segera dilimpahkan ke instansi terkait.

Kredit

Topik

Suaka Terakhir Sang Naga

Varanus komodoensis bukan sekadar satwa, melainkan penyintas tangguh yang membawa jejak evolusi empat juta tahun dari daratan Eropa hingga menetap di kepulauan Nusantara. Di balik sosoknya yang purba, Komodo kini berdiri di garis depan peradaban yang kian menghimpit. Keberadaannya kini terkepung oleh ancaman nyata, mulai dari jaringan penyelundupan internasional hingga dampak tak terelakkan dari krisis […]

Artikel terbaru

Semua artikel