Tarsius, Si Imut Nan Misterius

Salah satu primata terkecil di dunia, tarsius di Cagar Alam Tangkoko, Sulawesi Utara. Foto: Rhett A. Butler

Si kecil imut ini bernama tarsius, ia adalah salah satu primata terkecil yang ada di bumi. Salah satu wilayah yang banyak didiami tarsius adalah kawasan Cagar Alam Tangkoko di Suawesi Utara. Di kawasan ini, jenis tarsius yang ada adalah Tarsius tarsier (Tarsius spectrum). Ukurannya kecil, dari panjang kepala dan tubuhnya sekitar 10-15 cm, namun kaki belakangnya bisa mencapai dua kali panjang badannya, ekor mereka pun panjang, sekitar 20 higga 25 cm.

Hewan ini adalah hewan malam atau nokturnal, ia sangat aktif pada malam hari untuk mencari makan. Namun berbeda dengan hewan nokturnal lain, tarsius tidak memiliki daerah pemantul cahaya (tapetum lucidum) di matanya.

Hewan kecil ini memakan segala jenis serangga, atau insektivora. Ia menangkap mangsanya dengan cara melompat ke arah si mangsa. Kecepatan lompatannya bahkan membuatnya bisa menangkap burung yang sedang terbang. Hewan ini berkembang biak dengan cara beranak, setelah melewati masa kehamilan selama enam bulan.

Habitat tarsius adalah pohon-pohon besar yang menjadi tempat hinggapnya. Ia banyak menghabiskan waktu di ketinggian, sambil menunggu mangsanya. Saat siang, ia bersembunyi dan tidur. Namun saat malam, ia aktif.

Tarsius tarsier yang ada di Sulawesi, termasuk dalam daftar ‘Hampir Terancam” berdasarkan daftar merah yang dikeluarkan oleh IUCN.

Kredit

Topik

Jerat Hukum karena Jaga Lingkungan dari Nikel

Industri nikel dari tambang sampai kawasan industri terus ekspansi di Timur Indonesia dari Sulawesi, Maluku Utara, Maluku sampai Papua. Dengan membawa label ‘transisi energi’ pemerintah terus genjot industri ini. Gabung hilirisasi dan sematan label proyek strategis nasional pun makin memperkuat industri ini. Masyarakat di lokasi tambang maupun kawasan industri nikel merasakan dampak ketika investasi masuk, […]

Artikel terbaru

Semua artikel