Nestapa Hutan Mangrove Kepulauan Riau

Hutan mangrove di pulau-pulau di Kepulauan Riau terus terkikis untuk berbagai keperluan terutama pembangunan industri maupun pemukiman. Reklamasi yang menguruk pesisir dan pantai, meluluhlantakkan ekosistem mangrove yang menjadi sabuk hijau wilayah itu. DI Kota Batam, misal, dalam beberapa tahun ini pesisir Batam maupun pulau-pulau kecil sekitar Batam jadi target reklamasi. Ada yang berizin, ada yang ilegal. Penegakan hukum sudah dilakukan tetapi tak memberikan efek jera bagi pelaku. Hingga kini, ekosistem mangrove di  Kepulauan Riau terus tergerus. Tak hanya bencana lingkungan seperti abrasi, rob rawan terjadi ketika pelindung pesisir hilang, masyarakat nelayan juga sengsara. Ekosistem mangrove jadi rumah bagi sebagian biota laut, ketika rusak maka kesusahan tangkap ikan, kepiting, udang dan   lain-lain pun nelayan rasakan. Belum lagi ancaman lepasan emisi karbon besar ketika terjadi kehancuran ekosistem mangrove. Mangrove pelindung sekaligus  gantungan ekonomi masyarakat pesisir, apakah negara akan membiarkan mereka luluh lantak untuk kepentingan ekonomi semata tanpa mempertimbangkan bahaya? Seharusnya, masanya beraksi serius untuk melindungi bahkan memulihkan mangrove yang sudah terlanjur rusak.   *****

Ketika Suara Nelayan Batam Terdampak Reklamasi Terabaikan

Ketika Nelayan Batam Kian Terjepit Reklamasi

Nasib Nelayan Batam Ketika Laut Tercemar Proyek Reklamasi

Area Kelola BP Batam Makin Luas Ancam Pulau Kecil

Benteng Pesisir, Hutan Mangrove Batam Terus Tergerus

Mengapa Reklamasi Ilegal di Batam Terus Terjadi?

Semua Spesial

Jelajahi situs Mongabay lainnya...

Earth HQ
Data Studio
Conservation Effectiveness
Mongabay Latam
Reforestation App
Mongabay Indonesia

Berita dan Inspirasi dari Garda Terdepan Alam