Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah penjaga spiritual dalam mitologi masyarakat Kalimantan Timur, indikator kesehatan ekosistem sungai, dan fauna identitas yang kini berada di titik nadir dengan riwayat sang legenda yang kian menyusut. Dari kisah asal usulnya sebagai jelmaan manusia hingga realitas pahit sebagai mamalia air paling terancam punah di Indonesia, populasi yang kini diperkirakan hanya tersisa 60 sampai 80 individu menjadikan setiap hembusan napas pesut di permukaan Mahakam sebuah perjuangan melawan waktu. Berbagai ancaman nyata mengepung ruang hidup mereka, mulai dari jeratan jaring rengge nelayan, polusi suara akibat lalu lintas kapal ponton batubara, hingga degradasi habitat akibat alih fungsi lahan serta limbah industri. Melalui pendekatan data penelitian selama puluhan tahun dan kearifan lokal, narasi ini tidak hanya menyajikan angka kematian yang mengkhawatirkan, namun juga memuat harapan melalui upaya konservasi berbasis masyarakat, penggunaan teknologi banana pinger, hingga pembentukan zona lindung yang inklusif