Peta NASA: Gletser Puncak Jaya Lenyap Secara Drastis Dekade Terakhir

Citra satelit yang dirilis oleh NASA memperlihatkan betapa cepatnya gletser di puncak pegunungan Jayawijaya musnah. Puncak pegunungan ini adalah satu-satunya wilayah Indonesia yang memiliki salju.

Gambar ini direkam dengan Thematic Mapper di Landsat 4 dan Landsat 5, menunjukkan gletser di Puncak Jaya di Papua dengan ketinggian 4.884 meter di tahun 1989 dan tahun 2009. Di tahun 1989 dalam gambar menunjukkan lima gletser di Puncak Jaya, namun di tahun 2009, dua gletser tersebut hilang total, sementara tiga sisanya menyusut secara drastis.

Menururt perkiraan NASA dengan angka penyusutan seperti saat  iniseluruh gletser di Papua bisa lenyap dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.

Para ahli belum menyebutkan apa yang menyebabkan penyusutan gletser tersebut, namun perubahan suhu, kelembaban, penyerapan dan tutupan awan bisa menjadi penyebab. Baik faktor iklim dan deforestasi di level lokal bisa menyebabkan perubahan-perubahan tersebut.

Sepasang peta di atas, direkam dengan Thematic Mapper di Landsat 4 dan 5, memberikan gambaran hilangnya permukaan es di punjak Jaya Papua antara tahun 1989 (atas) hingga 2009 (bawah). Peta ini dihasilkan dari kombinasi antara infra merah gelombang pendek, infra merah jarak dekat, dan cahaya hijau. Es akan muncul dalam warna biru muda. Awan secara umum berwarna putih. Bebatuan berwarna coklat kemerahan, hutan berwarna hijau. Area berwarna abu-abu di tengah adalah area pertambangan Grasberg, yang memiliki cadangan emas terbanyak di dunia dan cadangan tembaga kedua terbesar di dunia milik PT Freeport. Peta NASA Earth Observatory dibuat oleh Jesse Allen and Robert Simmon, menggunakan data Landsat yang disediakan oleh United States Geological Survey. Gambar disediakan oleh: Adam Voiland.

Kredit

Topik

Potret Buram Nelayan Tradisional

  Kondisi nelayan tradisional di Indonesia memprihantinkan. Negara makin tidak berpihak pada nelayan saja. Demi tingkatkan ekonomi, pemerintah izinkan privatisasi ruang laut dan pesisir serta sumber daya alam di dalamnya. Hingga perampasan ruang laut dan pesisir terus terjadi. Upaya-upaya masyarakat mempertahankan lahan pun tak jarang berakhir dengan jerat hukum. Belum lagi  wilayah tangkap  nelayan tradisional/kecil […]

Artikel terbaru

Semua artikel