Foto: Kepiting Porselen Si Rapuh Yang Mematikan

Kepiting porselen di perairan Bali. Foto: Hendar
Kepiting porselen di perairan Bali. Foto: Wisuda

Kepiting yang satu ini cukup memang unik. Krustacea ini juga sering ditemukan tinggal di anemon, bersama-sama dengan ikan badut.

Kepiting Porselen atau porcelain crab, demikian namanya, adalah krustasea berkaki sepuluh dalam keluarga Porcellanidae. Mereka termasuk kepiting yang sangat mungil, besar rata-ratanya kurang dari 15 mm (0,6 in) lebar. Mereka halus dan rapuh seperti porselen, sehingga mudah kehilangan anggota tubuh saat diserang, itu sebabnya kepiting ini dinamakan kepiting porselen. Namun  mereka punya senjata capit yang besar untuk mempertahankan wilayah.

Foto: Hendar
Sepasang kepiting porselen mencari makan diantara anemon Foto: Wisuda

Kepiting porselen adalah sebuah contoh proses carcinisation, dimana hewan-non-kepiting seperti (dalam hal ini squad lobster)  berkembang menjadi binatang yang menyerupai kepiting dengan ciri-ciri kepiting sesungguhnya.  kepiting porselen juga dapat dibedakan dari kepiting yang sesungguhnya melalui  jumlah  kaki, yaitu tiga bukan empat pasang. Kepiting porselen juga memiliki antena panjang yang berasal dari bagian depan luar eyestalks.

Kepiting porselen. Foto: Hendar
Kepiting porselen. Foto: Wisuda

Kepiting porselen hidup di semua lautan di dunia, kecuali Samudra Arktik dan Antartika. Selain di anemon, mereka juga biasa ditemukan di bawah batu, dan  di pantai berbatu serta garis pantai. makhluk ini akan kaget dan bergegas pergi ketika batu diangkat. Mereka makan dengan menyisir plankton dan partikel organik lainnya dari air menggunakan setae panjang (rambut berbulu atau bulu-seperti struktur) pada mulut.

Dan karena kerapuhannya itu juga, si kepiting porselen memilih berdiam di balik anemon. Tentakel anemon yang menyengat, melindungi dirinya dari serangan para predator.

kepiting-porcelain-bali-3

Kredit

Topik

Satwa Papua: Benteng Terakhir Hutan Purba

Kekayaan hayati Papua menyimpan keunikan luar biasa melalui keberadaan mamalia bertelur ekidna yang dianggap keramat serta spesies langka seperti kanguru pohon, tikus babi, dan karnivora mungil quoll. Satwa-satwa endemik ini memegang peran krusial sebagai arsitek alam dan petani hutan yang menjamin regenerasi ekosistem hutan hujan tropis. Namun, masa depan benteng terakhir keanekaragaman hayati ini kini […]

Artikel terbaru

Semua artikel