Kajian Satelit Akan Membantu Konservasi Ikan Pari Manta

Teknologi pelacakan satelit baru saja membuka tabir baru seputar kebiasaan ikan pari manta, seperti dilaporkan oleh Wildlife Conservation Society (WCS). Hasil temuan ini diterbitkan dalam jurnal terbaru PLoS pekan ini.

Penelitian WCS, Universitas Exeter dan Pemerintah Mexico terbaru, akan membantu proses konservasi lebih baik bagi ikan pari manta, yang semakin berkurang jumlahnya di seluruh dunia. Foto: Kaile Tsapis

Para ilmuwan dari WCS, Universitas Exeter Inggris, dan Pemerintah Mexico menggunakan data telemetri satelit untuk melacak enam ikan pari manta raksasa selama 13 hari di lepas pantai semenanjung Yucatan. Mereka mendapati bahwa ikan pari manta, yang bisa tumbuh hingga lebar 8 meter, menempuh jarak yang luas untuk mencari sumber makanan.

“Data satelit mengatakan bahwa beberapa ikan pari menempuh jarak hingga 1.100 kilometer selama masa penelitian ini,” Ungkap Dr. Matthew Witt dari Institut Lingkungan dan Keberlanjutan Universitas Exeter. “Ikan pari ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka menyeberangi lepas pantai yang banyak memiliki plankton dan  telur ikan.”

Para peneliti menyatakan hasil penelitian ini akan membantu mendapat informasi untuk konservasi ikan pari, yang kini sudah masuk daftar merah “rentan atau terancam” menurut International Union for Conservation of Nature. Ikan pari adalah target dari para nelayan untuk memenuhi permintaan obat tradisional Cina dan ditangkap secara tidak sengaja.

“Nyaris tak ada yang diketahui tentang pergerakan dan kebutuhan ekologis ikan pari manta, salah satu mahluk laut terbesar dan paling tidak terkenal,” Kata Rachel Graham, penulis utama dari penelitian dan direktur WCS Teluk dan Karibia untuk Program Hiu dan Pari, dalam pernyataannya. “Dari data simultan yang diperoleh kami mendapat hal-hal baru yang belum pernah terlihat sebelumnya dari ikan ini dan akan membantu manajemen dan strategi konservasi untuk spesies ini.”

“Penelitian seperti ini sangat penting untuk membangun manajemen yang efektif untuk ikan pari, yang semakin berkurang jumlahnya di seluruh dunia,” Tambah Dr. Howard Rosenbaum, Direktur WCS Program Kelautan Raksasa.

Ikan pari memiliki rasio tubuh dan otak terbesar dibandig seluruh keluarga hiu dan pari, menurut WCS. Spesies ini melahirkan anak hanya satu atau dua ekor per tahun, yang membuat mereka terancam akibat eksploitasi berlebihan.

Kredit

Topik

Menjaga Nafas Terakhir Pesut Mahakam

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah penjaga spiritual dalam mitologi masyarakat Kalimantan Timur, indikator kesehatan ekosistem sungai, dan fauna identitas yang kini berada di titik nadir dengan riwayat sang legenda yang kian menyusut. Dari kisah asal usulnya sebagai jelmaan manusia hingga realitas pahit sebagai mamalia air paling terancam punah di Indonesia, populasi yang kini diperkirakan hanya […]

Artikel terbaru

Semua artikel