Kanopi atau disebut tajuk merupakan ciri ekosistem hutan hujan tropis.  Umumnya hutan hujan tropis memiliki lima lapisan tajuk.  Lapisan A merupakan pepohonan yang mencuat diantara lapisan tajuk.

Biasanya pohon yang sangat besar, muncul sendirian di atas lapisan dengan ketingian total mencapai 60 m (Whitmore 1984) dan 70 m (Ghazoul and Sheil 2010).  Catatan terhadap pohon paling tinggi misalnya pada jenis Koompassia excelsa dengan tinggi 83 m dan Dryobalanops aromatica 67 m (Foxworthy 1926) seperti yang ditulis Whitmore (1984).

Di bawah lapisan A ada lapisan B.  lapisan B merupakan penyusun utama ekosistem hutan hujan tropis dengan tinggi rata-rata 30 m.  Tajuk pohon pada lapisan B saling bersambungan dengan pohon lainnya membentuk atap hutan.  Pada lapisan ini sinar matahari banyak tertahan untuk tidak sepenuhnya masuk ke dalam lantai hutan.

Begitu juga dengan air hujan yang jatuh di atas hutan. Air hujan akan tertahan pada dedaunan sebelum akhirnya jatuh ke daun lainnya di bawah kanopi lapisan B.

Lapisan C dan D merupakan pohon-pohon yang lebih rendah.  Dua lapisan ini merupakan kelompok pohon yang belum sepenuhnya menjadi pohon dewasa. Pohon-pohon pada lapisan ini pada akhirnya yang akan menggantikan pohon-pohon pada lapisan B.  Sementara itu, lapisan E merupakan lapisan lantai hutan berupa anakan pohon dan herba.

Hutan tropis memiliki kemampuan regenerasi alami dari persediaan bibit pohon yang berlimpah.  Anakan pohon atau disebut semai, memiliki karakterisik sendiri-sendiri terhadap kebutuhan cahaya.  Ada yang bisa tumbuh di bawah naungan pohon induk, ada pula yang bisa tumbuh jika mendapat cahaya yang cukup.  Herba merupakan tumbuhan tidak berkayu.  Lantai hutan hujan umum dipenuhi tumbuhan seperti talas-talasan dan jahe-jahean.

Ahli hutan tropis dunia membagi tingkatan kanopi menjadi berbagai kategori.  Rujukan penyusunan tingkatan kanopi biasanya pada hutan hujan dataran rendah tropis.  Ada lima tingkatan pada hutan hujan tropis, dari A sampai E.

  • Strata A:  merupakan pohon paling tinggi yang mencuat di atas rata-rata atap kanopi pohon.  Tinggi pohon selalu lebih dari 30 m.  Pohon berbatang lurus dan bersifat tidak tahan naungan.
  • Strata B:  merupakan kanopi utama penyusun hutan.  Tinggi pohon antara 20-30 m.  Memiliki tajuk yang saling bersinggungan atau bertumpuk.
  • Strata C: merupakan kanopi penyusunan hutan.  Tingggi pohon antara 4-20 m.  Lapisan ini memilii variasi tinggi pohon.  Umumnya memiliki banyak percabangan.  Tajuk pohon sangat rapat.
  • Stata D: anakan pohon dengan tinggi sampai 4 m.  lapisan ini juga disi oleh palm, herba, dan paku-pauan besar.
  • Strata E:  merupakan lapisan yang tumbuh sebagai penutup lantai hutan

Jadi mengapa hutan tropis memiliki stratfikasi?

Jawabannya adalah karena masing-masing pohon penyusun hutan tropis memiliki karakteristik pertumbuhan sendiri.  Karakteristik pohon di hutan tropis misalnya ada yang toleran dan tidak toleran.

Toleran artinya bahwa pohon tersebut dalam hidupnya tidak memerlukan cahaya yang banyak.  Sementara pohon tidak toleran artinya pohon tersebut tidak dapat hidup apabila tidak mendapat matahari yang cukup.

lanjut ke;  Akar Banir

kembali

Berita dan Inspirasi dari Garda Terdepan Alam