- Ocean Calculator merupakan platform geospasial yang menggunakan neraca sumber daya laut (NSDL) atau ocean accounting. Tujuannya, untuk menghitung nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir secara tepat, akurat, dan berbasis data ilmiah.
- Ocean Calculator mengadopsi tujuh neraca. Seluruh neraca nantinya digunakan untuk penerapan ocean account.
- Ruang lingkup Ocean Calculator saat ini baru mencakup tiga ekosistem, yaitu mangrove, padang lamun, karang, dan perlindungan pesisir.
- Ocean Calculator dihadirkan tak hanya untuk menghitung nilai ekosistem laut, namun juga perlindungan laut dan pesisir bisa lebih baik dengan basis ilmiah yang kuat.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menerapkan Ocean Calculator, platform geospasial yang menggunakan neraca sumber daya laut (NSDL) atau ocean accounting. Tujuannya, untuk menghitung nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir secara tepat, akurat, dan berbasis data ilmiah. Penghitungannya, menggunakan teknologi satelit.
Fathir Mohamad, Product and Engineering Manager World Resources Insitute (WRI) Indonesia, mengatakan Ocean Calculator didesain untuk membantu Pemerintah Indonesia membuat kebijakan berkaitan laut dan pesisir.
“Namun, saat ini kita masih fokus kawasan pesisir,” jelasnya, Selasa (28/7/26).
Ocean Calculator mengadopsi tujuh neraca, yaitu Neraca Aset Lingkungan/Ekosistem, Neraca Arus ke Ekonomi, Neraca Arus ke Lingkungan, Neraca Ekonomi Kelautan, Neraca Tata Kelola dan Kelembagaan, Presentasi Kombinasi/Semua Neraca, dan Neraca Kekayaan Laut yang dilingkupi konteks sosial dan kelembagaan.
Saat ini, platform tersebut baru mengadopsi 1,5 neraca.
“Seluruh neraca nantinya digunakan untuk penerapan ocean account, sehingga mudah dipahami para pembuatan kebijakan.”
Data spasial
Untuk menghasilkan hitungan tepat dan akurat, Ocean Calculator akan menggunakan data spasial lengkap. Ada tiga pilar saat Ocean Calculator diproses. Pertama, estimasi ilmiah untuk analisis mendalam jasa ekosistem, khususnya penyerapan karbon dan perlindungan pantai. Hitungannya, menggunakan koefisien berbobot kepadatan dan validasi spektral multi-indeks.
“Seluruh metodologi didasarkan ilmu pengetahuan melalui proses peer review,” jelas Fathir.
Kedua, pembaruan data otomatis ekologi melalui google earth engine menggunakan citra satelit resolusi tinggi dari Sentinel-2 dan Landsat-8 yang diperbarui otomatis.
Ketiga, legitimasi Pemerintah untuk memastikan data yang digunakan resmi. Sumbernya, dari KKP, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas). Hasil Ocean Calculator kredibel untuk kebijakan nasional, pelaporan SEEA EA internasional, dan strategi investasi karbon biru.
System of Environmental-Economic Accounting – Ecosystem Accounting atau SEEA EA adalah standar statistik internasional yang dikembangkan di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengintegrasikan informasi ekosistem, lingkungan, dan ekonomi ke dalam satu sistem akuntansi yang konsisten.
Tiga ekosistem
Ruang lingkup Ocean Calculator saat ini baru mencakup tiga ekosistem, yaitu mangrove, padang lamun, karang, dan perlindungan pesisir. Ke depannya, Fathir berharap, bisa ditambah dan diperluas.
Ocean Calculator dihadirkan tak hanya untuk menghitung nilai ekosistem laut, namun juga perlindungan laut dan pesisir bisa lebih baik dengan basis ilmiah yang kuat.
Sekarang, penggunaan Ocean Calculator masih dibatasi tiga tahun berbeda, yaitu 2018, 2021, dan 2025. Pembatasan itu untuk memastikan penghitungan data yang tinggi dan tepat.
Berkaitan tiga ekosistem yang dihitung, karena memiliki kemampuan istimewa untuk melindungi pesisir. Mangrove misalnya, selain menyimpan karbon dalam jumlah besar, juga berperan mengurangi abrasi, meredam gelombang, dan menjadi habitat ikan maupun kepiting
Setelah dihitung, mangrove bisa menghasilan data luasan, estimasi karbon tersimpan, nilai perlindungan pantai, dan nilai ekonomi jasa ekosistem.
Padang lamun dihitung, karena habitatnya biota laut, penyimpan karbon, menjaga kejernihan air, dan sumber pakan dugong. Dengan Ocean Calculator, nilai jasa ekosistem bisa diperkirakan dengan basis luas dan kondisi lamun.
Terumbu karang dinilai, karena habitat ikan, sebagai wisata bahari, serta memiliki keanekaragaman hayati. Saat Ocean Calculator dipakai, nilai ekonomi kawasan akan mengalami perubahan, terutama jika karang rusak atau sedang pemulihan.
“Tantangannya adalah ketersediaan data dan metodologi yang harus dicari lebih lanjut,” jelas Fathir.
Neraca sumber daya laut
Koswara, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, menyampaikan bahwa keputusan untuk mengelola pesisir dan laut tepat sasaran berbasis data, sangat diperlukan oleh Pemerintah Indonesia.
Ocean Calculator akan menjadi jawaban untuk semua kebutuhan. Terlebih, platform itu menggunakan teknologi geospasial dalam menghitung nilai ekosistem laut dan pesisir. Mencakup, alat penginderan jauh dan sistem informasi geografi (SIG).
“Teknologi tersebut akan mengidentifikasi luas dan kondisi tiga ekosistem, sekaligus menghitung jasa ekosistem, termasuk perlindungan pantai dan penyerapan karbon,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang dirilis WRI Indonesia, Rabu (24/6/26).
KKP melalui keterangan resmi pada Selasa (30/6/26), menjelaskan bahwa keunggulan Ocean Calculator memungkinkan pengguna memahami hubungan antara kondisi ekosistem dengan kelompok masyarakat yang bergantung pada laut.
Jacqui Lord, perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), mengatakan pendekatan itu membantu memastikan pembangunan pesisir berjalan lebih adil, inklusif, dan memberikan manfaat merata.
Keadilan tersebut menjadi sangat penting, karena tekanan terhadap wilayah pesisir akibat krisis iklim dan aktivitas manusia semakin tinggi. Perlu alat efektif untuk memastikan pengelolaan laut dan pesisir berjalan baik.
Sebelum dirilis ke publik, Ocean Calculator sudah diuji coba pada Februari 2026. Platform tersebut sudah terintegrasi dengan Sistem Database Konservasi (Sidako) yang menyediakan data konservasi ekosistem di Indonesia.
Menurut Firdaus Agung, Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Ocean Calculator memberi kemudahan untuk mengenali dan mengetahui nilai ekosistem laut lebih jauh.
Di masa depan, Ocean Calculator diharapkan bisa menjadi platform yang berkembang dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan kelautan, dengan data dan bukti ilmiah sangat kuat.
*****
Para Pencari Kepiting Bakau di Hutan Mangrove Pesisir Bangkalan
