Mongabay.co.id

Hiu Putih Jantan Terbesar Ditemukan, Beratnya Capai 750 Kilogram, Ilmuwan Sebut di Luar Dugaan

Hiu putih jantan Contender saat ditangani tim Ocearch sebelum dipasangi tag satelit dan dilepaskan kembali ke perairan lepas pantai Georgia-Florida, Januari 2026. Foto: Ocearch/OCEARCH.org

Hiu putih besar (Carcharodon carcharias) adalah salah satu predator puncak di ekosistem laut, dengan peran penting dalam menjaga keseimbangan populasi mangsa dan struktur rantai makanan di perairan. Meski menjadi salah satu spesies hiu paling banyak diteliti, data tentang ukuran, usia, dan pola pergerakan individu dewasa, terutama hiu jantan, masih terbatas. Hiu putih dewasa cenderung menempuh jarak jauh dan menyelam ke perairan dalam yang sulit dijangkau peneliti, sehingga setiap kesempatan untuk mengamati individu secara langsung dianggap berharga bagi ilmu pengetahuan.

Pada Januari 2026, tim peneliti dari organisasi nirlaba Ocearch menangkap seekor hiu putih jantan berukuran tidak biasa di perairan sekitar 70 kilometer dari pantai, di titik yang berada di perbatasan wilayah perairan Georgia dan Florida, Amerika Serikat. Hiu tersebut kemudian diberi nama Contender oleh tim peneliti.

Ukuran yang Melampaui Data Ilmiah Sebelumnya

Contender tercatat memiliki berat 750 kilogram dan panjang 4,2 meter. Angka ini berada di luar kisaran ukuran yang selama ini dianggap umum untuk hiu putih jantan dewasa. Menurut data Smithsonian National Museum of Natural History, mayoritas hiu putih jantan dewasa memiliki panjang antara 3,4 hingga 4 meter.

Harley Newton, dokter hewan utama di Ocearch, menyebut temuan ini di luar dugaan timnya. Ia menjelaskan bahwa hiu putih jantan umumnya mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 26 tahun. Angka ini sejalan dengan penelitian Natanson dan Skomal yang menganalisis pola pertumbuhan hiu putih di Atlantik Barat Laut menggunakan sampel vertebra dari 77 individu. Studi tersebut menemukan bahwa hiu putih jantan di kawasan ini baru mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 26 tahun, jauh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya yang berkisar 4 hingga 10 tahun.

Momen Contender muncul ke permukaan sesaat sebelum tim Ocearch berhasil memasang tag satelit di sirip punggungnya, Januari 2026. Foto: Ocearch/OCEARCH.org

Bagi tim peneliti, pengukuran langsung terhadap individu sebesar Contender jarang terjadi. Proses pengambilan data hanya berlangsung singkat, selama hiu berada di atas kapal penelitian sebelum dilepaskan kembali ke laut. Data fisik yang berhasil dikumpulkan dalam waktu terbatas itu kemudian digunakan untuk memperbarui model pertumbuhan dan estimasi usia hiu putih jantan yang selama ini dipakai peneliti.

Pelacakan Satelit dan Kaitannya dengan Upaya Konservasi

Sebelum dilepaskan, tim Ocearch memasang tag satelit jenis SPOT pada sirip punggung Contender. Alat ini memungkinkan peneliti memantau pergerakan hiu tersebut setelah kembali ke laut lepas. Tidak lama setelah pelepasan, Contender tercatat berpindah sejauh sekitar 470 kilometer dari lokasi penangkapan awal.

Sinyal terakhir dari tag satelit tersebut, yang diterima pada 10 Februari, menunjukkan posisi Contender berada di dekat Merritt Island, tidak jauh dari Orlando, Florida. Data pergerakan semacam ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Ocearch untuk memetakan pola migrasi hiu putih di kawasan Atlantik.

Researchers with OCEARCH provide a real-time map showing the sharks, turtles and other sea life they’ve tracked and followed over the years.OCEARCH Peta pelacakan Ocearch yang menampilkan sebaran hiu, penyu, dan satwa laut lain yang pernah dipasangi tag di kawasan Atlantik Barat, termasuk jalur pergerakan Contender. Foto: Ocearch/OCEARCH.org

Pemetaan jalur pergerakan hiu putih dianggap penting sebagai dasar bagi kebijakan perlindungan spesies ini di masa mendatang. Sebagai predator puncak, keberadaan hiu putih berkontribusi pada pengendalian populasi mangsa dan menjaga struktur ekosistem laut tetap seimbang. Penurunan populasi predator puncak semacam ini berpotensi memengaruhi rantai makanan di perairan Atlantik secara lebih luas, meski dampak spesifik dari perubahan populasi masih menjadi subjek penelitian lanjutan.

Data biologis dan pergerakan yang dikumpulkan dari kasus Contender akan digunakan tim peneliti untuk memperbarui model pertumbuhan hiu putih jantan serta mendukung strategi konservasi lintas negara yang melibatkan kawasan migrasi spesies ini. Ocearch menyatakan akan terus memantau sinyal dari tag satelit Contender untuk melihat pola pergerakannya dalam jangka waktu lebih panjang.

**

Referensi:

Natanson, L. J., & Skomal, G. B. (2015). Age and growth of the white shark, Carcharodon carcharias, in the western North Atlantic Ocean. Marine and Freshwater Research, 66(5), 387–398. https://doi.org/10.1071/MF14127

Exit mobile version