Mongabay.co.id

Nipah dan Nyangku, Daun Alami Pembungkus Daging Kurban

  • Nipah (Nypa fruticans) merupakan jenis tumbuhan palem yang tumbuh subur di kawasan pesisir, terutama di sepanjang bantaran sungai, muara, dan hutan bakau. Persebarannya mencakup Pantai Timur India, Kepulauan Ryukyu, Papua Nugini, Filipina, dan sebagian besar wilayah pesisir Indonesia. Umumnya, masyarakat pesisir sering memanfaatkan daun nipah sebagai bahan pembuat atap rumah, sapu lidi, dan kerajinan tangan.
  • Nyangku merupakan tumbuhan tanpa batang dan selalu hijau yang menghasilkan sekumpulan daun dari batang bawah rhizomatous yang tebal; tingginya bisa mencapai sekitar 100 cm. Tumbuhan ini sering ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan berpotensi menjadi gulma, karena kecenderungannya menyebar dan berkembang.
  • Daun nipah dan nyangku dapat dimanfaatkan sebagai pembungkus dagng kurban, untuk menggantikan plastik yang tidak ramah lingkungan.
  • Sejak tahun 2021, sekolah alternatif MTs Pakis di Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, memanfaatkan daun nyangku sebagai pembungkus daging hewan kurban.

Sejumlah perempuan terlihat menganyam daun nipah (Nypa fruticans), di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Mereka bekerja untuk Bank Sampah Abhipraya, yang tidak hanya menganyam daun nipah tetapi juga memilah sampah organik.

Sumiyati (56), warga Kelurahan Kutawaru, mengatakan daun nipah itu seperti daun kelapa. Gampang dianyam menjadi beberapa produk, seperti pengganti polibag untuk tempat bibit mangrove dan untuk besek atau tempat makanan.

“Jika Idul Adha, bisa dipakai untuk tempat daging kurban. Apalagi sekarang harga plastik mahal, sehingga bisa memakai besek daun nipah,” jelasnya, Minggu (24/5/2026).

Setiap anyaman, harganya mulai Rp1.500 hingga Rp5 ribu.

“Harga sesuai ukuran. Semakin kecil, semakin murah.”

Besek atau tempat daging kurban ini tersebut dari anyaman daun nipah. Foto: L Darmawan/Mongabay Indonessia.

Para perempuan Kutawaru tersebut umumnya pekerja migran di Arab Saudi atau Singapura. Namun, mereka memilih tidak berangkat lagi. “Dulu saya TKW di Arab Saudi, tetapi sekarang di sini saja. Kebetulan ada kegiatan, jadi tidak berangkat lagi,” kata Kasiyem (50).

Wagiyah (41) juga memilih untuk tidak lagi berangkat ke Singapura. Dia memilih mengurus rumah tangga dan bekerja di bank sampah. “Setelah selesai pekerjaan rumah, saya ke bank sampah bersama ibu-ibu lain. Bisa bekerja produktif,” ujarnya.

Rato Mirza, pengelola Bank Sampah Abhipraya, Kelurahan Kutawaru, mengatakan produk andalan yang dihasilkan para perempuan di Kelurahan Kutawaru adalah besek dan pengganti polibag yang terbuat dari daun nipah.

“Pada Idul Adha, biasanya banyak pesan sebagai tempat daging yang nantinya dibagikan ke masyarakat,” jelasnya, Minggu (24/5/2026).

Tahun lalu, misalnya, ada perusahaan di Cilacap yang memesan hingga ratusan bungkus nipah.

“Kutawaru yang jumlah penduduknya lebih dari 11 ribu, harus mampu mengelola sampah sendiri. Sebelumnya banyak yang langsung membuang ke laut terutama sampah plastik yang ternyata berdampak pada matinya pohon mangrove.”

Pengemasan daging kurban menggunakan daun nyangku. Foto: L Darmawan/Mongabay Indonessia.

Mengutip pertanian.go,id, nipah (Nypa fruticans) merupakan jenis tumbuhan palem yang tumbuh subur di kawasan pesisir, terutama di sepanjang bantaran sungai, muara, dan hutan bakau. Habitatnya berada pada ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut, di wilayah beriklim basah dan kaya bahan organik.

Persebarannya mencakup Pantai Timur India, Kepulauan Ryukyu, Papua Nugini, Filipina, dan sebagian besar wilayah pesisir Indonesia. Umumnya, masyarakat pesisir sering memanfaatkan daun nipah sebagai bahan pembuat atap rumah, sapu lidi, dan kerajinan tangan.

Daun nyangku dipakai untuk wadah daging hewan kurban. Foto: L Darmawan/Mongabay Indonessia.

Daun nyangku

Sejak tahun 2021, sekolah alternatif MTs Pakis di Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, memanfaatkan daun nyangku sebagai pembungkus daging hewan kurban.

Tumbuhan nyangku (Molinera capitulata) dikenal juga dengan nama rumput palem. Tanaman ini banyak ditemukan di Indonesia dan merupakan tanaman asli Asia timur dan selatan, Indonesia, serta Australia utara. Nyangku sangat gampang diperoleh di pedesaan.

“Sejak lima tahun terakhir, kami tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus daging kurban. Kami konsisten menggunakan bahan alam sebagai bungkus yakni daun nyangku,” jelas Pakis Isrodin, Kepala MTs, Senin (25/5/2026).

Pohon nipah yang tumbuh di di sepanjang bantaran sungai, muara, dan hutan bakau. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia.

Daun nyangku digunakan bukan hanya praktis, tetapi juga bagian edukasi kepedulian  lingkungan. Bahan alami yang bisa terurai di lingkungan berbeda dengan menggunakan plastik.

“Prosesnya sederhana. Dua lembar daun diikat bagian menggunakan serat atau daun nyangku itu sendiri. Selain praktis, daun nyangku juga tidak mudah robek seperti daun pisang,” jelasnya.

Mengutip Useful Tropical Plants, nyangku merupakan tumbuhan tanpa batang dan selalu hijau yang menghasilkan sekumpulan daun dari batang bawah rhizomatous yang tebal; tingginya bisa mencapai sekitar 100 cm. Tumbuhan ini tersebar di Asia Timur – China bagian selatan, India, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina hingga Australia dan Kepulauan Solomon. Tumbuhan ini sering dijadikan tanaman hias di daerah tropis dan berpotensi menjadi gulma, karena kecenderungannya menyebar dan berkembang.

 

*****

 

Idul Adha Tanpa Plastik untuk Wadah Daging Kurban

Exit mobile version