Mongabay.co.id

Selama 400 Tahun, Pohon ini Bertahan Hidup Sendirian di Tengah Padang Pasir

Di tengah gurun Bahrain yang panas dan sunyi, berdiri satu pohon yang menolak mati. Tidak ada sungai, tidak ada rumput, dan tidak ada pohon lain dalam radius bermil-mil. Namun pohon ini tetap hidup dan terus tumbuh lebih dari empat abad lamanya.

Pohon ini adalah Prosopis cineraria setinggi 9,75 meter yang usianya sudah melewati 400 tahun, berdiri sendirian di atas bukit kecil di gurun Arabia, sekitar 6 kilometer dari Jebel Dukhan, titik tertinggi di Bahrain, dan sekitar 40 kilometer dari ibu kota Manama. Dalam bahasa Arab, ia disebut Shajarat al-Hayat, yang berarti Pohon Kehidupan. Dengan curah hujan tahunan hanya sekitar 80 mm, hampir tidak ada tanaman yang bisa bertahan di sini, namun pohon ini bukan hanya bertahan melainkan benar-benar subur.

Pohon Kehidupan di gurun pasir Bahrain, sebuah pohon tua yang menghijau sendirian  | Public Domain

Pertanyaan yang paling mendasar selalu sama: dari mana airnya berasal?

Satu teori menyebut akarnya menembus sekitar 50 meter ke bawah tanah untuk mencapai sumber air tersembunyi, sementara ada pula yang meyakini pohon ini telah beradaptasi untuk menyerap kelembaban langsung dari butiran pasir. Secara ilmiah, Prosopis cineraria adalah jenis pohon phreatophyte, yakni pohon yang akarnya tumbuh sangat panjang untuk memanfaatkan air dari akuifer bawah tanah. Bahrain sendiri memiliki lapisan batuan berpori di bawah permukaan gurunnya yang menyimpan air dalam kantong-kantong tersembunyi, dan akar pohon ini diduga kuat mampu menjangkau lapisan tersebut

Sementara pertumbuhan bagian atasnya tergolong lambat, akar Prosopis cineraria menembus sangat dalam untuk mencari air tanah, dengan akar tunggang yang dilaporkan bisa mencapai kedalaman hingga 35 meter. | Zairon CC BY-SA 4.0

Sementara pertumbuhan bagian atasnya tergolong lambat, akar Prosopis cineraria menembus sangat dalam untuk mencari air tanah, dengan akar tunggang yang dilaporkan bisa mencapai kedalaman hingga 35 meter. Selain akar tunggang yang dalam, akar lateral juga menyebar luas ke samping untuk menyerap air permukaan saat hujan langka turun, sekaligus menstabilkan tanah berpasir di sekitarnya. Daunnya pun memiliki peran tersendiri, karena bentuk majemuk dengan banyak anak daun kecil secara alami mengurangi luas permukaan penguapan. Saat kondisi menjadi sangat ekstrem, pohon bisa menggugurkan daunnya secara strategis melalui mekanisme bernama defoliasi, semata-mata untuk meminimalkan kehilangan air.

Temuan Ilmiah Terbaru 

Yang semakin menarik, penelitian terbaru memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana pohon ini bertahan, bukan hanya soal akar yang panjang, tetapi juga soal kehidupan mikro yang bekerja diam-diam di sekitarnya. Sebuah studi yang diterbitkan pada April 2024 di jurnal Microbiology Spectrum melakukan analisis menyeluruh terhadap komunitas mikroba di akar dan bintil akar Prosopis cineraria, dan hasilnya mengungkap sesuatu yang tidak biasa.

Pohon Kehidupan berdiri sendiri, tanpa ada tumbuhan lain di sekitarnya | sugiproject.com

Analisis metagenom menunjukkan bahwa bintil akar mengandung lebih dari 90% DNA bakteri, namun analisis metatranskriptom justru menunjukkan bahwa pohon menghasilkan jauh lebih banyak transkrip dibandingkan bakterinya, mengindikasikan kontribusi genetik pohon yang sangat kuat di dalam bintil akar tersebut. Bakteri seperti Rhizobium, Agrobacterium, dan Ensifer ditemukan bersimbiosis di dalam bintil akar, membantu fiksasi nitrogen dan penyerapan nutrisi dari tanah yang miskin unsur hara.

Hubungan antara pohon ini dengan mikroorganisme di akarnya ternyata jauh lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya, dan merupakan kemitraan evolusioner yang kemungkinan telah berjalan selama ratusan tahun. Penelitian lain dari UAE University pada 2022 juga berhasil melakukan sekuensing genom lengkap P. cineraria, menemukan ekspansi gen metabolisme terpenoid yang unik pada spesies ini dibandingkan legum lain, yang kemungkinan besar turut berkontribusi pada ketahanannya terhadap panas dan kekeringan ekstrem.

**

Referensi:

Ali R, Chaluvadi SR, Wang X, Hazzouri KM, Sudalaimuthuasari N, Rafi M, Al-Nuaimi M, Sasi S, Antepenko E, Bennetzen JL, Amiri KMA. Microbiome properties in the root nodules of Prosopis cineraria, a leguminous desert tree. Microbiol Spectr. 2024 Jun 4;12(6):e0361723. doi: 10.1128/spectrum.03617-23. Epub 2024 Apr 16. PMID: 38624222; PMCID: PMC11237379.

 

Exit mobile version