Mongabay.co.id

Riset: Populasi Ikan Air Tawar Migrasi Global Susut 81 Persen

This Giant Mekong Catfish is the largest ever rocord in 25 years, the weigh is about 293 kg. A senator with Southeast Asia River Network, a NGO base in Chiang Khong set a program to buy and release the Giant Catfish after caught by fisherman. However, the lack of money support was lead to fail to help even one of fish. Two Giant Mekong Catfishs were bring back to Hat Khrai village from cold storage in Chiang Rai. The fishermen and their club could not made sell to restaurants because the high price. Two fishs will be slice and sell in the local market. However, restaurant owners from Ubon Ratchathani and other provinces also intend to buy some hundred kilograms. Today, the price could be reach as high as 600 Baht for a kilogram and it can bring up to 100,000B in Bangkok. In the past most of it ends up in Bangkok or Chiang Mai restaurants. However, as the number feeding Giant catfish increase, most restaurants go to cheaper choice. Today, the fish have to distribute to different markets. For the traditional, the first fish that catch will be slaughter within the local. In Thailand and Lao, it is called "Plaa Beuk," and is the most highly-esteemed fish in Thai and Lao cuisine. In former times, specific rites were associated with the catch of these fish, which was conducted once yearly. Rarely is the fish available in markets. Food writer Alan Davidson describes its flesh with words like "superlative," "admirable texture and unmatched flavour," and "subtle and majestic." The liver is a delicacy and the pickled roe of the females provide "Laotian caviar." The Giant Mekong Catfish (Pangasianodon gigas) is probably the largest freshwater fish in the world. It is endemic to the Lao, Thailand, China and Cambodia stretch of the Mekong river, where it is in danger of extinction due to overfishing as well as the decrease of water quality due to developement and upstream damming.The fish reaches a length of 2-3 meters and a weight up to 300 kg, according to Deparment of Fisheries of Thailand who succeed to transferred into reservoirs and lakes in Thailand report that it grow about 10 kg anually.These fish are only taken between mid-April and May when the river depth in Chiang Khong drop to 3-4m and the fish are swimming upriver to spawn at the upper river in Erhai Lake, Yunnan. However, some Local fishermen said they every caught the fish in Chiang Saen (50 km up river) which they found that the fish is no spawn already. Before netting them, on April 18 Thai and Lao fishermen hold a special annual ceremony to propitate Chao Poh Plaa Beuk, a male deity thought to preside over the giant catfish. Among the rituals comprising the ceremony are chicken sacrifieces performed aboard the fishing boats. Anywhere from 15 to 60 catfish are captured in a fishing season. However, during the constructed of first two dam in Yunnan and Dam began to reserve water, the hunter couldn't get even one Giant Catfish from 2000-2003. Today the number also decline to lower than 10 fishes. The catfish hunters are strict to native of Ban Hat Khrai. Because of the danger of extinction, Thailand's Inland Fisheries Department has been taking protective measures since 1981, including a breed-and-release programme. Every time a female is caught, it's kept alive until a male is netted, then the eggs are removed by massaging the female's ovaries and put into a pan; the male is then milked for sperm and eggs are fertilised in the pan. In this fashion well over million plaa beuk have been released into the Mekong. Unfortunately, the fishermen claim that almost release catfish will caught after few hours because they cannot adapt themself to strong flowing water in Mekong. On November 18, 2003, release of the World Conservation Union (IUCN) updated 2003 Red List of Threatened Species shows that the flagship species of the storied river in Southeast Asia is classified as Critically Endangered, its numbers further reduced from its classification as Endangered in the previous IUCN Red List.Fishing is the most easily identifiable threat to the Mekong giant catfish. Dams, navigation projects, and habitat destruction also threaten the giant catfish. In the Mun River, the largest tributary to the Mekong, a dam blocks the migrations of giant catfish. The dam has isolated the Mun River fish populations from the remainder of the Mekong River Basin. For migratory species, such dams can disrupt several stages of the life cycle of the fish. In China, northern Lao PDR, and northern Thailand, the Mekong Navigation Improvement Project (blasting, dredging, and infrastructure development for navigation) threatens to destroy the only known spawning ground of the giant catfish.

 

Laporan global terkini mengungkapkan kenyataan pahit: populasi spesies ikan air tawar yang bermigrasi, termasuk salmon, trout, belut, dan sturgeon, menurun drastis. Pembaruan Indeks Living Planet untuk Ikan Air Tawar Bermigrasi pada tahun 2024 menunjukkan rata-rata penurunan populasi ikan ini adalah 81 persen antara tahun 1970 hingga 2020.

“Penurunan drastis populasi ikan yang bermigrasi merupakan ‘alarm’ bagi dunia,” kata Herman Wanningen, pendiri World Fish Migration Foundation dan salah satu penulis laporan tersebut. “Kita harus bertindak sekarang untuk menyelamatkan spesies kunci ini dan sungai-sungainya.”

Laporan tersebut menganalisis data dari 1.864 populasi dari 284 spesies ikan air tawar yang bermigrasi di seluruh dunia. Kontributor laporan ini adalah para peneliti dari World Fish Migration Foundation, Zoological Society of London (ZSL), International Union for Conservation of Nature (IUCN), The Nature Conservancy (TNC), Wetlands International dan WWF.

Hampir 25 persen dari seluruh spesies ikan air tawar beresiko punah, menurut IUCN.

Para peneliti menemukan bahwa populasi ikan telah menurun secara signifikan di beberapa wilayah. Misalnya, Amerika Latin dan Karibia mengalami penurunan paling parah yaitu sebesar 91 persen, Eropa mengalami penurunan sebesar 75 persen.

Amerika Utara menunjukkan penurunan sebesar 35 persen, dan Asia-Oseania melaporkan penurunan sebesar 28 persen. Sedangkan data untuk Benua Afrika terbatas, sehingga sulit untuk menentukan tren konklusif di benua tersebut.

 

Seorang snorkeler dikelilingi oleh ikan cape kurper (Sandelia capensis) di Afrika Selatan. Foto: Jeremy Shelton.

 

Degradasi dan Hilangnya Habitat Ikan Air Tawar

Ikan air tawar migrasi adalah spesies yang berpindah antar habitat berbeda untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Ikan ini mencakup ikan yang bermigrasi dalam sistem air tawar, seperti sungai dan danau, serta ikan yang berpindah antara lingkungan air tawar dan laut.

Jenis-jenis ikan migrasi ini memainkan peran penting dalam ketahanan pangan dan nutrisi bagi jutaan orang, secara khusus di komunitas rentan di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Mereka juga mendukung penghidupan puluhan juta orang, mulai dari perikanan lokal hingga perdagangan global ikan migran, produk sampingannya, termasuk perikanan rekreasi [seperti memancing] yang bernilai miliaran dolar.

 

 

Menurut laporan itu juga, degradasi dan hilangnya habitat, seperti fragmentasi sungai karena bendungan dan penghalang lain,  dan konversi lahan basah untuk pertanian, merupakan sebagian dari ancaman terhadap ikan yang bermigrasi.

Eksploitasi berlebih (overfishing) merupakan faktor terpenting kedua. Laporan tersebut juga mencatat jika meningkatnya polusi dan memburuknya dampak perubahan iklim turut berkontribusi terhadap penurunan populasi ikan migrasi air tawar.

“Umumnya, ancaman akan berlipat ganda dan tergantung pada lokasi dan spesies, namun ancaman utama adalah eksploitasi berlebihan, hilangnya dan degradasi habitat, serta gangguan jalur migrasi melalui bendungan dan penghalang sungai lainnya,” kata Stefanie Deinet dari Institut Zoologi ZSL dan salah satu penulis laporan tersebut, kepada Mongabay.

 

 

Casey Pennock, Asisten Profesor di Ohio State University, yang tidak terlibat dalam laporan tersebut, mengatakan kepada Mongabay bahwa temuan penelitian tersebut mungkin bersifat konservatif.

“Meskipun trennya mengkhawatirkan, kemungkinan besar perkiraan tersebut konservatif, bahkan untuk negara-negara dengan populasi ikan yang relatif banyak dipelajari seperti Amerika Utara.”

Pennock menyoroti kesenjangan data dalam penelitian tersebut, dengan menyatakan, “Ada bias geografis dan taksonomi dalam data yang digunakan dalam laporan ini dengan kesenjangan data dari sebagian besar wilayah Amerika Utara termasuk Great Plains, Intermountain West, dan American Southwest dan Meksiko.

Banyak dari wilayah ini adalah rumah bagi spesies ikan yang bermigrasi yang telah mengalami penurunan jumlah dan jumlah ikan sebelum dan sejak tahun 1970-an.”

“Sangat mungkin bahwa situasinya sebenarnya lebih buruk daripada yang digambarkan dalam laporan,” sebut Deinet.

“Hanya 30 persen spesies air tawar yang bermigrasi yang diketahui terdapat di wilayah ini terwakili dalam kumpulan data kami. Diperkirakan penurunan ini akan terus berlanjut dan bahkan memburuk dengan adanya pembangunan bendungan baru, misalnya di wilayah Amazon.”

 

Seorang nelayan lokal menebarkan jaringnya di Sungai Luangwa, Zambia. Ikan air tawar yang bermigrasi mendukung penghidupan jutaan orang di seluruh dunia. Foto: James Suter/Black Bean Productions/WWF-US.

 

Masih Ada Harapan

Meskipun gambaran keseluruhannya suram, laporan ini menawarkan sedikit harapan. Meskipun sebagian besar (65 persen) spesies mengalami penurunan populasi, hampir sepertiga (31 persen) spesies yang dipantau menunjukkan peningkatan populasi. Hal ini menunjukkan bahwa upaya konservasi dan perbaikan pengelolaan dapat memberikan dampak positif.

Populasi ikan yang berada dalam bentuk pengelolaan tertentu memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan populasi ikan yang tidak dikelola, dan menunjukkan penurunan yang tidak terlalu parah.

Laporan tersebut mencatat pengelolaan perikanan merupakan jenis intervensi yang paling umum, mencakup 42 persen seluruh aktivitas pengelolaan.

Laporan ini juga menyoroti beberapa strategi untuk mengatasi penurunan populasi, seperti restorasi habitat, pembongkaran bendungan, penciptaan kawasan konservasi, dan perlindungan hukum.

Saat ini terdapat peningkatan momentum untuk penghapusan bendungan di Eropa dan Amerika Serikat. Pada tahun 2023, Eropa menghilangkan 487 penghalang sungai, meningkat 50 persen dibandingkan rekor tahun sebelumnya, menurut laporan tahunan terbaru dari Dam Removal Europe.

Sementara itu, pembongkaran bendungan terbesar dalam sejarah AS sedang dilakukan di sepanjang Sungai Klamath di California dan Oregon.

“Memprioritaskan perlindungan, restorasi, dan konektivitas sungai adalah kunci untuk menjaga spesies ini, yang menyediakan makanan dan mata pencaharian bagi jutaan orang di seluruh dunia,” jelas Michele Thieme, Wakil Direktur Air Tawar di WWF-AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

 

Pembongkaran Bendungan Vilholt di Denmark memulihkan habitat ikan trout dan menyebabkan peningkatan jumlah populasi. Foto: Jan Nielsen & Finn Sivebæk/DTU Aqua.

 

Rekomendasi Para Ahli

Laporan ini diakhiri dengan seruan untuk melakukan upaya pemantauan yang lebih kuat, terutama di wilayah yang kurang terwakili seperti Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Studi ini juga menekankan perlunya memenuhi tujuan yang ditetapkan dalam Kerangka Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework, yang bertujuan untuk melindungi 30 persen perairan pedalaman dan memulihkan 30 persen perairan pedalaman yang terdegradasi, serta melindungi dan memulihkan sungai yang mengalir bebas melalui perencanaan seluruh wilayah sungai.

Rekomendasi lainnya termasuk mendukung inisiatif Global Swimways, yang mengidentifikasi dan memprioritaskan rute migrasi sungai yang utama; mencantumkan lebih banyak spesies ikan bermigrasi air tawar pada Konvensi Spesies Bermigrasi; dan memenuhi tujuan Tantangan Air Tawar untuk memulihkan 300.000 kilometer (186.000 mil) sungai yang rusak secara global.

“Ikan yang bermigrasi sangat penting bagi budaya banyak masyarakat adat, memberi makan jutaan orang di seluruh dunia, dan menopang jaringan spesies dan ekosistem yang luas,” kata Wanningen.

Tulisan asli: Global migratory freshwater fish populations plummed by 81%: Report. Artikel ini diterjemahkan oleh Akita Verselita

 

Referensi:

Deinet, S., Flint, R., Puleston, H., Baratech, A., Royte, J., Thieme, M. L., Nagy, S., Hogan, Z. S., Januchowski-Hartley, S. and Wanningen, H. (2024) The Living Planet Index (LPI) for migratory freshwater fish 2024 update – Technical Report. World Fish Migration Foundation, The Netherlands.

Mouchlianitis F.A. (2024). Dam Removal Progress 2023. World Fish Migration Foundation

 

***

Ikan giant cat fish mekong (Pangasianodon gigas) seberat 646 pon yang ditangkap di Thailand utara pada tahun 2005 . Foto: Suthep Kritsanavarin

 

Ikan Air Tawar Endemik Itu Berstatus Terancam Punah

Exit mobile version