Mongabay.co.id

Fakta Ilmiah Ikan Terbang: Ternyata Meluncur, Bukan Terbang

Ikan terbang atau torani

Ikan Terbang yang ternyata tidak terbang . Foto: Photo by John Cobb on Unsplash

Ikan terbang  (Exocoetidae), sering kali memukau kita dengan aksinya yang seolah terbang di atas permukaan laut dengan cepat. Apakah mereka benar-benar terbang atau hanya melompat? Mari selami fakta ilmiah di balik kemampuan luar biasa ini.

Morfologi unik untuk meluncur

Ikan terbang, atau sering juga disebut torani, dari famili Exocoetidae (berasal dari bahasa Latin exocoetus,  berarti “ikan yang tidur di tepi pantai”, memiliki sirip dada yang panjang dan lebar menyerupai sayap, serta tubuh ramping yang aerodinamis. Adaptasi ini memungkinkan mereka meluncur di udara, bukan terbang seperti burung. Terdapat sekitar 40 spesies ikan terbang d  dunia,  semua  memiliki ciri khas, termasuk jenis sirip dada yang besar dan ekor asimetris dengan bagian bawah lebih panjang dari bagian atas.

Beberapa spesies bahkan memiliki sirip perut yang membesar, sehingga dijuluki “ikan terbang bersayap empat.” Adaptasi ini memberi mereka kemampuan untuk melarikan diri dari predator dengan efisiensi yang luar biasa. Ikan terbang meluncur dengan kecepatan tinggi (lebih dari 55 km per jam) sebelum melompat keluar dari air. Ekornya yang kuat berperan sebagai pendorong, menghasilkan dorongan kuat saat di dalam air. Saat di udara, ekor terus bergerak, membantu memperpanjang waktu meluncur hingga 200 meter atau bahkan lebih.

Rekor luncuran ikan terbang terpanjang yang pernah tercatat adalah 45 detik dengan perkiraan kecepatan 30 km/jam, menurut Guinness World Records. Rekor ini tertangkap kamera tahun 2008 oleh kru film Jepang yang sedang berlayar dengan kapal feri di Kagoshima, Jepang. Jarak terbang terjauh ikan terbang yang tercatat adalah sekitar 1.312 kaki (400 meter), menurut ulasan yang dilakukan oleh Davenport pada  1994.

Baca juga: Temuan Fosil Buktikan Evolusi Ikan Terbang untuk Hindari Kejaran Predator

Data ilmiah:

Kemampuan meluncur ikan terbang adalah strategi evolusioner untuk menghindari predator mereka seperti ikan todak dan marlin, mackerel, tuna, swordfish, dan ikan besar lainnya. Dengan meluncur, mereka dapat menjauh dengan cepat dari bahaya.  Ikan terbang juga mencari makan dengan memakan plankton dan krustasea kecil, memanfaatkan kemampuan meluncur untuk mencari sumber makanan di permukaan laut.

Makanan dan kemampuan adaptasi:

Taksonomi dan penyebaran di Indonesia

Ikan terbang termasuk dalam bangsa Synotognathy dan suku Exocoetidae, yang memiliki 8 marga, yaitu Cheilopogon, Cypselurus, Exocoetus, Fodiator, Hirundichthys, Oxyporhampus, Parexocoetus, dan Prognichthys. Di Indonesia, enam dari delapan marga ini dapat ditemukan dengan Cypselurus dan Cheilopogon sebagai marga  paling banyak jenisnya.

Ikan terbang menyukai perairan hangat di laut lepas, seperti Samudera Hindia, Pasifik, dan Atlantik. Di Indonesia, populasi ikan terbang banyak  di perairan Sulawesi, Papua, hingga Flores. Mereka hidup berkelompok dan memiliki kehidupan sosial. Di perairan Indonesia, ikan terbang dikenal dengan berbagai nama lokal, seperti “tuing-tuing” (Bugis), “torani” (Makassar), “tourani” (Mandar), dan “antoni” (Minahasa, Sangir, Talaud).

Ikan terbang, jenis yang juga ada di Indonesia. Foto: Wikimedia Commons/David Starr Jordan and Barton Warren Evermann/Public Domain

 

Reproduksi ikan terbang 

Ikan terbang memiliki strategi reproduksi yang menarik dan unik. Proses pemijahan terjadi di luar tubuh induk, dengan telur-telur diletakkan pada berbagai tempat, termasuk rumput laut, sarang-sarang di daerah periferal, dan batuan karang yang tersembunyi dari predator. Kematangan gonad (organ reproduksi) terjadi pada panjang tertentu, dan ikan terbang memijah pada musim tertentu, terutama saat terjadi fenomena upwelling yang membawa plankton naik ke permukaan. Saat pemijahan, ikan terbang mengeluarkan telur-telur yang kemudian menjadi sumber makanan berlimpah untuk keturunannya. Faktor-faktor oseanografi, seperti suhu, arus, dan kondisi lingkungan perairan, mempengaruhi keberhasilan pemijahan ikan terbang.

Baca juga: Ikan Terbang, Potensi Perairan Maluku yang Terabaikan

Peran ekologis 

Ikan terbang,  memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Berikut adalah beberapa aspek mengenai peran dan ekologi ikan terbang:

  1. Mengatur populasi organisme lain: Ikan terbang memainkan peran sebagai predator alami. Mereka memangsa organisme laut yang lemah dan sakit, membantu menjaga kesehatan perairan. Dengan memakan ikan-ikan kecil, ikan terbang membantu mengontrol populasi dan mencegah ledakan populasi yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
  2. Stabilitas jaring makanan: Ikan terbang berada pada posisi kunci dalam rantai makanan. Mereka menghubungkan produsen primer (seperti fitoplankton) dengan konsumen level selanjutnya. Dengan memakan plankton dan invertebrata, ikan terbang membantu menjaga stabilitas jaring makanan.
  3. Sumber nutrisi: Kotoran ikan terbang mengandung nutrisi seperti nitrogen dan fosfor. Nutrisi ini jadi pupuk bagi organisme di dasar jaring makanan, termasuk rumput laut, lamun, ganggang, dan mikroorganisme akuatik lain. Dengan demikian, ikan terbang menyumbangkan nutrisi bagi ekosistem.
Salah satu umpan buatan nelayan untuk memancing ikan tuna. Umpan ini dibuat menyerupai ikan terbang. Foto: Melati Kaye

Upaya konservasi

Ikan terbang, makhluk laut yang unik dan menakjubkan, memainkan peran penting dalam ekosistem laut. Meskipun populasi stabilnya, menjaga kelestariannya tetap jadi prioritas. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk memastikan keberlanjutan ikan terbang:

  1. Melindungi habitat: Kita perlu melindungi habitat ikan terbang dari kerusakan dan polusi. Dengan menjaga lingkungan mereka, kita juga menjaga keberlanjutan spesies ini.
  2. Pengelolaan pemanfaatan: Mengelola pemanfaatan ikan terbang secara berkelanjutan sangat penting. Ini mencakup praktik penangkapan ikan yang bijaksana dan memperhatikan batasan yang ditetapkan.
  3. Penelitian lebih lanjut: Kita perlu terus melakukan penelitian tentang perilaku dan ekologi ikan terbang. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, kita dapat mengambil tindakan yang lebih efektif untuk melindungi mereka.

Dengan memahami fakta ilmiah tentang ikan terbang, kita dapat lebih menghargai keunikan dan pentingnya peran mereka dalam ekosistem laut. Mari bersama-sama menjaga kelestarian makhluk laut yang menakjubkan ini.

 

******

Exit mobile version