Rafflesia hidup sepenuhnya dari inangnya dan hanya tumbuh di hutan yang sehat. Hubungan yang rapuh ini membuat setiap perubahan di lanskap langsung mengancam keberadaannya. Banyak lokasi mekar hilang akibat cuaca ekstrem, alih fungsi lahan, dan berkurangnya tutupan hutan. Penelitian di Sumatera, Jawa, dan Lampung menunjukkan bagaimana penurunan kualitas hutan menekan siklus hidup Rafflesia dari kuncup hingga mekar. Di sisi lain, kerja masyarakat lokal, pemandu hutan, dan peneliti memperlihatkan upaya nyata menjaga bunga langka ini tetap ada di tengah tekanan yang terus meningkat.