Menjaga Predator Terakhir Pulau Jawa

Macan tutul jawa adalah predator puncak terakhir yang masih hidup di Pulau Jawa setelah harimau jawa punah. Ia bergerak di hutan yang makin sempit, berhadapan dengan perburuan, berkurangnya mangsa, dan konflik dengan manusia. Ilmuwan menelusuri jejaknya melalui kamera jebak dan analisa genetik. Petani di beberapa daerah tetap menghormatinya sebagai penjaga rimba. Di banyak tempat lain, ia dilihat sebagai ancaman. Beragam upaya dilakukan. Melindungi habitat. Mengurangi konflik. Menyelamatkan individu yang terluka. Mengembalikan nilai budaya yang dulu menjaga hubungan manusia dan alam. Perjalanan panjang ini menjadi harapan agar raja senyap hutan Jawa tetap bertahan.

Gigi Taring Bermasalah, Apakah Macan Tutul Saka Bisa Hidup di Alam Liar?

Terpapar Virus, Apakah Macan Kumbang Mancak Bisa Kembali ke Hutan?

Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Individu yang Lepas dari Lembang Park and Zoo?

19 Individu Macan Tutul Terpantau di Sanggabuana, Habitat Mendukung?

Lepas dari Lembang Park and Zoo, Jejak Macan Tutul Mengarah ke Tangkuban Parahu

Menyoal Pengiriman Satwa Dilindungi ke India

Apa Jadinya Hutan Tanpa Satwa Liar?

Melacak Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Macan Tutul Jawa dan Kearifan Petani Gunung Muria

Begini Nasib Macan Kumbang yang Mangsa Ternak Warga Banten

Macan Kumbang Mangsa Ternak Warga Banten, Habitat Terganggu?

Macan Tutul dan Macan Kumbang, Satu Spesies Dua Nama

Muat lebih banyak
Semua Spesial

Jelajahi situs Mongabay lainnya...

Earth HQ
Data Studio
Conservation Effectiveness
Mongabay Latam
Reforestation App
Mongabay Indonesia

Berita dan Inspirasi dari Garda Terdepan Alam