Macan tutul jawa adalah predator puncak terakhir yang masih hidup di Pulau Jawa setelah harimau jawa punah. Ia bergerak di hutan yang makin sempit, berhadapan dengan perburuan, berkurangnya mangsa, dan konflik dengan manusia. Ilmuwan menelusuri jejaknya melalui kamera jebak dan analisa genetik. Petani di beberapa daerah tetap menghormatinya sebagai penjaga rimba. Di banyak tempat lain, ia dilihat sebagai ancaman. Beragam upaya dilakukan. Melindungi habitat. Mengurangi konflik. Menyelamatkan individu yang terluka. Mengembalikan nilai budaya yang dulu menjaga hubungan manusia dan alam. Perjalanan panjang ini menjadi harapan agar raja senyap hutan Jawa tetap bertahan.