Termotivasi Anak, Nadia Mulya Makin Cinta Lingkungan

Presenter dan model, Nadia Mulya, kini didaulat sebagai Duta Diet Kantong Plastik oleh Komunitas Diet Kantong Plastik. Dengan senang hati dan sukarela, ia pun menjalani aktivitas yang berkaitan dengan masalah lingkungan tersebut. Usut punya usut, rupanya, perempuan ini ingin menjadi panutan anak-anaknya agar sejak kecil, mereka lebih peduli terhadap lingkungan.

“Aku ingin jadi role model bagi anak-anak. Karena mereka juga aku mau aktif, ini juga bisa membuka jalan bagi mereka kelak,” ujarnya saat ditemui usai diskusi Dilema Kantong Plastik, di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Senin (6/10/15).

Nadia Mulya yang ingin menjadi panutan bagi anak-anaknya dalam hal menjaga lingkungan. Foto: Asti Dian
Nadia Mulya yang ingin menjadi panutan bagi anak-anaknya dalam hal menjaga lingkungan. Foto: Asti Dian

Yang paling memotivasi Nadia adalah si sulung Nadine yang berusia 9 tahun. Menurut Nadia, putrinya tersebut sudah mulai menunjukkan kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap masalah lingkungan. Dia mencontohkan, Nadine yang doyan selancar di internet mencari tahu tentang binatang yang hampir punah atau mencari tempat liburan yang ada hutan atau tamannya. “Kok ternyata dia punya arah ke sana.”

Di rumah, Nadia berusaha menerapkan hal-hal yang bisa lebih ramah terhadap lingkungan. Sebut saja soal kantong plastik. Dia sejak lama sudah menggunakan tas yang bisa dipergunakan berulang (reusable bag). “Di tas pasti selalu ada untuk jaga-jaga kalau lagi belanja, untuk belanja bulanan yang besar aku selalu minta kardus bukan kantong plastik,”ujarnya. Meski demikian dia tidak ingin terlalu berlebihan atau ketat dalam menerapkan prinsipnya.

Kepada para asisten dan supir, Nadia selalu mengingatkan untuk membawa tas yang bisa dipakai berulang. Namun, dia tetap menyadari bila mereka belum langsung taat melakukannya. Padahal tas itu, kata Nadia, sudah digantung di dekat pintu keluar. “Saya pun berniat membagikan kantong-kantong reusable bag ini kepada tetangga di perumahan.”

Nadia cukup beruntung bisa menularkan kebiasaan peduli lingkungan kepada anak-anaknya dan orang terdekatnya, karena ia memang mendapat didikan dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Perempuan 35 tahun ini sempat tinggal cukup lama di luar negeri yang mempunyai kebijakan soal lingkungan. “Karena waktu SMP-SMA, lalu menyelesaikan master di Inggris jadi sudah tertanam sejak lama,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan dan kepedulian terhadap lingkungan memang harus ditanamkan sedini mungkin. Hal itu pun harus diperkuat dengan kebiasaan di keluarga dan masyarakat. Kepekaan terhadap lingkungan, kata dia, juga tidak pandang status. “Untuk itu, memang perlu  strategi meningkatkan kesadaran mereka.”

Di kalangan sosialita, Nadia tanpa henti terus menularkan prinsip peduli lingkungan lewat celah kebiasaan dan bahasa mereka keseharian. Menurut Runner Up 1 Puteri Indonesia 2004 ini, fashion yang mencantumkan simbol-simbol, slogan atau produk yang ramah lingkungan bisa dicoba. “Ada beberapa selebritas internasional yang memakai produk-produk ramah lingkungan. Sangat cantik dan bisa dijadikan trendsetter,” ujarnya.

Kredit

Editor

Topik

Menimbang Keseriusan Komitmen Iklim Indonesia

Pada akhir Oktober lalu,  tak sampai dua pekan sebelum pertemuan para pihak (Conference of Parties/COP) 30 berlangsung di Brasil, Indonesia baru memasukkan second national determined contributorns (SNDC) atau NDC kedua. Kali ini, Indonesia gunakan pendekatan baru, tak menggunakan  persentase lagi, tetapi langsung pada tarhet angka penurunan emisi.   Dalam SNDC itu, sektor hutan dan lahan masih […]

Artikel terbaru

Semua artikel