Sepasang Anak Orangutan Ini Pulang Kampung Setelah Diselundupkan ke Malaysia

Anak oranguatn Sumatera yang diseludupkan ke Malaysia dan berhasil digagalkan muncul dari kandang sesaat tiba di Bandara Kuala Namu. Foto: Ayat S Karokaro
Anak oranguatn Sumatera yang diseludupkan ke Malaysia dan berhasil digagalkan muncul dari kandang sesaat tiba di Bandara Kuala Namu. Foto: Ayat S Karokaro

Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, bersama tim Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP), memulangkan sepasang anak orangutan Sumatera yang diseludupkan ke Malaysia, Selasa (20/10/15).

Dua anak orangutan jantan dan betina berusia satu tahun ini, “pulang kampung” ke Sumut menempuh perjalanan hampir satu jam memakai maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS). Tiba di Bandara International Kuala Namu Kamis siang sekitar pukul 09:00.

BKSDA bersama petugas Karantina Hewan dan Tumbuhan, menerima penyerahan dua orangutan diberi nama Citra dan Bob dari pihak Semenanjung begitu tiba di Kuala Namu.

Tim dokter hewan SOCP, langsung memeriksa kesehatan dua bayi ini. Setelah itu, diberimakanan bergizi, mengantisipasi kelaparan atau kurang nutrisi karena berjam-jam dalam kandang sementara.

Sugeng Purwono, Kepala Resort BKSDA Bandara International Kuala Namu, mengatakan, kondisi dua orangutan Sumatera sehat. Pihaknya mendapat informasi dari Malaysia yang menangkap empat orang diduga penyeludup satwa, langsung berkoordinasi dengan pemerintah Selangor, untuk membawa pulang mereka.

Dari data mereka, empat orang yang diamankan Semenanjung Malaysia Wildlife dan Parks Department National, dua orang Indonesia dan dua Malaysia. Mereka sudah ditahan.

Dari pengembangan pemeriksaan, satwa dilindungi ini, diambil dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Dua anak orangutan ini diamankan pada Juli 2015, saat penyidik operasi Taring III. “Jadi sejak Juli dua orangutan dititipkan di Pusat Hewan di Sungai Perak, Malaysia. Setelah kondisi stabil dan berat badan naik baru dikembalikan,” katanya.

Sugeng menyatakan, kerjasama antara BBKSDA, Karantina Hewan dan Tumbuhan, Bea Cukai, serta instansi terkait harus terus dilakukan guna mencegah penyeludupan.

Yenny Saraswati, Dokter Hewan SOCP, di Cargo Bandara Kuala Namu, mengatakan, setelah pemeriksaan kesehatan mereka akan dibawa ke karantina SOCP di Batu Mbelin, Sibolangit.

Kerumunan wartawan kala menyambut kepulangan dua anak orangutan yang diselundupkan ke Malaysia dan berhasilkan digagalkan di bandara Malaysia. Foto: Ayat S Karokaro
Kerumunan wartawan kala menyambut kepulangan dua anak orangutan yang diselundupkan ke Malaysia dan berhasilkan digagalkan di bandara Malaysia. Foto: Ayat S Karokaro

Kredit

Topik

Rafflesia di Hutan yang Makin Merana

Rafflesia hidup sepenuhnya dari inangnya dan hanya tumbuh di hutan yang sehat. Hubungan yang rapuh ini membuat setiap perubahan di lanskap langsung mengancam keberadaannya. Banyak lokasi mekar hilang akibat cuaca ekstrem, alih fungsi lahan, dan berkurangnya tutupan hutan. Penelitian di Sumatera, Jawa, dan Lampung menunjukkan bagaimana penurunan kualitas hutan menekan siklus hidup Rafflesia dari kuncup […]

Artikel terbaru

Semua artikel